Menjadi seorang penggemar yang telah mengikuti perjalanan Bae Joohyun selama 12 tahun sejak Red Velvet debut membawa sebuah persimpangan emosi yang rumit sekaligus mendalam. Tumbuh bersama idola berarti prioritas kita perlahan ikut bergeser; dari sekadar ingin terus menatapnya di atas panggung yang gemerlap, menjadi kerinduan yang tulus untuk melihatnya bahagia seutuhnya sebagai seorang manusia biasa.
Di satu sisi, ada bagian hati yang berbisik bahwa ini adalah waktunya bagi Irene untuk beristirahat dan menikmati hidup. Setelah memberikan seluruh masa muda, keringat, dan dedikasinya tanpa henti untuk grup dan ReVeluv, ia sangat pantas untuk menata kehidupan pribadinya, menikah, dan merasakan kedamaian mutlak. Menginginkan ia meletakkan beban berat mahkotanya dan mendapatkan limpahan cinta dari dunia nyata adalah bentuk kasih sayang penggemar yang paling tanpa pamrih.
Namun, di sisi lain, sangat manusiawi jika masih ada bara yang berharap melihatnya terus berlari membelah lintasan. Mengingat bagaimana momentum keemasannya direnggut begitu saja di masa lalu, rasanya ia memiliki hak penuh untuk menebus waktu yang dicuri tersebut. Di usianya yang menginjak 35 tahun, ia sama sekali belum mencapai garis finis. Dengan karisma yang justru semakin matang, aura yang tak tergantikan, dan basis penggemar yang luar biasa setia, ia masih memiliki kekuatan untuk melaju lebih jauh dan merengkuh sisa momentumnya di industri K-Pop yang kini perlahan mulai memberi ruang bagi idol veteran untuk bernapas.
Dilema emosional ini menjadi semakin puitis ketika menyentuh harapan personal tentang siapa yang kelak akan menggenggam tangannya di akhir perjalanan. Mengharapkan Irene dan Suho EXO sebagai sebuah end game terasa seperti mendambakan resolusi dari sebuah naskah yang ditulis oleh takdir. Mereka adalah dua sosok kapten kapal yang sama-sama pernah babak belur merelakan diri menjadi tameng demi melindungi grup masing-masing. Ada kedalaman empati di antara mereka berdua yang mungkin hanya bisa dipahami oleh mereka yang pernah memikul beban seberat itu di pundaknya.
Pada akhirnya, melampaui ego penggemar yang ingin idolanya terus mencetak rekor demi rekor, terselip sebuah doa yang sunyi namun tulus. Setelah semua pengorbanan yang mereka lakukan demi mempertahankan nama Red Velvet dan EXO, dunia ini berutang begitu banyak kebahagiaan kepada mereka. Apa pun jalan yang pada akhirnya mereka pilih, entah kembali berlari memacu sisa tenaga atau memilih untuk menetap dan merajut cinta yang tenang, mereka sangat layak untuk memenangkan akhir kisah bahagia mereka sendiri.

first
BalasHapus